SUDUT-SUDUT BERELASI

Nama : Nadia Sofiani Putri
Kelas : X Mipa 2
No. Absen : 20


SUDUT-SUDUT BERELASI

Sudut-sudut yang berelasi atau berhubungan ditunjukkan dengan adanya hubungan antara sudut α dengan sudut (90° ± α)(180° ± α)(270° ± α)(360° ± α), atau .

Jika sudut α berelasi dengan sudut (90° - α) atau (

π2 - α), maka kedua sudut dinamakan saling berpenyiku. Selanjutnya, jika sudut α berelasi dengan sudut (180° - α) atau (π - α), maka kedua sudut tersebut dinamakan saling berpelurus.


1. Perbandingan Trigonometri di Kuadran I







Oleh karena pada gambar di atas, titik M(x1y1) adalah bayangan dari titik K(xy) oleh pencerminkan terhadap garis y = x, maka




Dengan demikian, relasi antara sudut α dengan sudut (90° - α) atau (π2α) adalah sebagai berikut:




2. Perbandingan Trigonometri di Kuadran II


A. Sudut α berelasi dengan sudut (180° - α) atau (π - α)








Relasi antara sudut α dengan sudut (180° - α) adalah sebagai berikut:

  • tan135°=tan(180°45°)=tan45°=1



B. Sudut α berelasi dengan (90° + α) atau (π2 + α)

Misalkan A(x , y)OA = r, dan ∠AOC = α.
Jika α diputar dengan pusat perputaran adalah O(0,0) sejauh 90° dengan arah berlawanan arah putar jarum jam, maka bayangan titik A oleh perputaran tersebut adalah A'(-y , x).
Dengan demikian, ∠AOA' = (90° + α) dan OA = OA' = r.








Berdasarkan gambar di atas, relasi antara sudut α dengan (90° + α) adalah sebagai berikut:

Contoh: 
  • 12tan 135° = tan(90° + 45°) = - cot 45° = -1

3. Perbandingan Trigonometri di Kuadran III


A. Sudut α berelasi dengan (180° + α) atau (π + α)


Mari kita perhatikan gambar berikut.







Relasi antara sudut α dengan sudut (180° + α) adalah sebagai berikut:




B. Sudut α berelasi dengan sudut (270° - α) atau (32π - α)


Misalkan A(x , y)OA = r, dan ∠AOC = α.
Jika α diputar dengan pusat perputaran adalah O(0,0) sejauh 90° dengan arah berlawanan arah putar jarum jam, maka bayangan titik A oleh perputaran tersebut adalah A'(-y , x).
Dengan demikian, ∠AOA' = (90° + α) dan OA = OA' = r.








Berdasarkan gambar di atas, relasi antara sudut α dengan (90° + α) adalah sebagai berikut:




Contoh: 
  • 12tan 135° = tan(90° + 45°) = - cot 45° = -1

3. Perbandingan Trigonometri di Kuadran III


A. Sudut α berelasi dengan (180° + α) atau (π + α)


Mari kita perhatikan gambar berikut.







Relasi antara sudut α dengan sudut (180° + α) adalah sebagai berikut:




B. Sudut α berelasi dengan sudut (270° - α) atau (32π - α)


Misalkan A(x , y)OA = r, dan ∠AOC = α.
Jika titik A dicerminkan terhadap garis y = x, kemudian diputar dengan pusat perputaran adalah O sejauh 180° dengan arah berlawanan arah putar jarum jam, maka bayangan dari titik A adalah A"(-y, -x), dimana ∠AOA' = (270° - α) dan OA = OA" = r.







Berdasarkan gambar di atas, relasi antara sudut α dengan (270° - α) adalah sebagai berikut:




Contoh:
Tentukan nilai dari cos 210° dengan menggunakan relasi (180° + α) dan (270° - α).
Penyelesaian:






Berdasarkan uraian di atas, tampak bahwa kedua relasi memberikan hasil yang sama.

4. Perbandingan Trigonometri di Kuadran IV


A. Sudut α berelasi dengan (360° - α) atau (2π - α)








Berdasarkan gambar di atas,
  • ∠QOP = α
  • ∠QOP' = (360° - α)

Dengan demikian, relasi antara sudut α dengan sudut (360° - α) atau (2π - α) adalah sebagai berikut:




Contoh:




B. Sudut α berelasi dengan sudut (270° + α) atau (32π + α)


Jika titik A(x , y) dengan OA = r dan ∠AOB = α diputar dengan pusat O(0,0) sejauh 270° dengan arah berlawanan arah putar jarum jam, maka bayangan dari titik A adalah A'(y , x), dimana∠AOA' = (270° + α) dan OA = OA' = r.








Berdasarkan gambar di atas, relasi antara sudut α dan sudut (270° + α) adalah sebagai berikut:




C. Sudut α berelasi dengan sudut (-α)

Mari kita perhatikan gambar berikut.








Pada gambar di atas,
  • ∠QOP = α → berlawanan arah dengan arah putar jarum jam
  • ∠QOP' = -α → searah dengan arah putar jarum jam

Dengan demikian,




Contoh:




Bagaimana dengan nilai perbandingan trigonometri pada batas kuadran?
Nilai perbandingan trigonometri pada batas kuadran dapat kita tentukan dengan menggunakan lingkaran satuan.


Lantas, bagaimana dengan sudut A yang lebih besar dari 360°?
Jika sudut A lebih besar dari 360°, maka sudut A harus diubah terlebih dahulu sehingga berbentuk (θ + k.360°) dengan k = 1, 2, 3, 4, ....

Dengan demikian,




Contoh Soal :








Daftar Pustaka : 1. https://www.danlajanto.com/2015/10/sudut-sudut-berelasi-trigonometri-sma_58.html. 

2. https://www.konsep-matematika.com/2015/11/perbandingan-trigonometri-sudut-sudut-berelasi.html



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL (SPLTV)

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN IRASIONAL